Loading market data...

XRP Melonjak 27% dari Titik Terendah Februari Sementara Penjual Pendek Tetap Bertahan

XRP Melonjak 27% dari Titik Terendah Februari Sementara Penjual Pendek Tetap Bertahan

XRP telah naik sekitar 27% sejak mencapai titik terendah $1,10 pada Februari, namun kenaikan ini terjadi dalam latar belakang yang tidak biasa: tingkat pendanaan di Binance tetap negatif sejak Februari, dan posisi jual pendek telah mendominasi token ini selama 30 hari penuh — rentetan terpanjang dalam sejarah terkini. Divergensi antara kenaikan harga dan sentimen bearish yang terus berlanjut menarik perhatian analis on-chain, yang melihat kesamaan dengan pola yang terjadi sebelum XRP melesat 126% menuju rekor tertinggi sepanjang masa di $3,6 pada Juli 2025.

Pola yang Menarik Perhatian Analis

Analis CryptoQuant Darkfost menunjukkan minggu ini bahwa konfigurasi saat ini — tingkat pendanaan negatif bersama dengan pemulihan harga — mirip dengan kejadian pada April dan Mei tahun lalu. Saat itu, XRP diperdagangkan di sekitar $1,25 dengan tingkat pendanaan negatif yang tetap negatif hingga Juni, yang akhirnya berubah menjadi kenaikan yang mendorong token ini melampaui rekor sebelumnya. Divergensi yang sama muncul sekarang: harga bergerak naik, tetapi pasar derivatif masih bertaruh melawannya.

Penjual Pendek Terus Bertambah

Perubahan posisi ini tidak kecil. Rentang 30 hari dominasi jual pendek merupakan yang terpanjang dalam catatan sejarah XRP, menurut data. Tingkat pendanaan negatif berarti posisi long membayar short untuk menjaga posisi tetap terbuka — tanda bahwa pedagang berleverage cenderung sangat bearish meskipun pembeli spot mendorong harga naik. Skenario seperti ini bisa menjadi sangat ekstrem jika kenaikan terus melaju. Namun, hal ini juga berarti setiap penurunan harga dapat mempercepat aksi tutup posisi oleh para short yang telah terkumpul.

Altcoin Masih Terpukul Akibat Koreksi

Pasar altcoin secara keseluruhan mengalami awal tahun 2026 yang berat. TOTAL3 index — yang melacak kapitalisasi pasar seluruh aset kripto kecuali Bitcoin, Ethereum, dan stablecoin — kehilangan lebih dari $540 miliar selama penurunan tersebut. Hanya sekitar $125 miliar yang kembali mengalir sejak awal Februari. Konteks ini penting untuk pergerakan XRP: token ini pulih di tengah pasar yang sebagian besar altcoin masih mengalami kerugian besar. Ketidakpastian global memberi dampak lebih berat pada aset-aset ini dibandingkan Bitcoin atau Ethereum, dan pemulihannya belum berjalan mulus.

Pertanyaannya sekarang adalah apakah pola tingkat pendanaan ini akan mengulang breakout Juli 2025 — atau apakah tantangan makro yang menghantam altcoin awal tahun ini akan membatasi setiap kenaikan berkelanjutan. Langkah berikutnya XRP mungkin akan menggambarkan cerita yang sama bagi pasar secara keseluruhan.