DayOne, sebuah perusahaan yang detail bisnisnya masih dirahasiakan, bersiap untuk melantai di bursa di dua benua sekaligus. Perusahaan ini telah mengajukan penawaran umum perdana (IPO) ganda di Singapura dan Amerika Serikat, dengan menargetkan valuasi gabungan sebesar $20 miliar, menurut sumber yang mengetahui masalah ini.
Strategi pencatatan ganda
IPO ganda jarang terjadi, terutama dalam skala sebesar ini. Dengan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Singapura dan bursa AS — kemungkinan New York Stock Exchange atau Nasdaq — DayOne bertaruh bahwa akses ke dua kumpulan modal besar akan mengimbangi kompleksitas regulasi tambahan. Tawaran perusahaan kepada investor: pencatatan ganda memungkinkannya menjangkau permintaan Asia dan Amerika secara bersamaan sambil mengurangi ketergantungan pada satu pasar tunggal.
Valuasi $20 miliar adalah angka yang berani untuk perusahaan yang belum mengungkapkan pendapatan atau sektornya. Sumber menggambarkan DayOne sebagai perusahaan teknologi dengan fokus lintas batas, meskipun detailnya masih minim. Dokumen IPO, yang diperkirakan akan dipublikasikan dalam beberapa minggu mendatang, akan mengungkapkan lebih banyak informasi.
Mengapa Singapura dan AS?
Singapura secara agresif memburu pencatatan saham teknologi, menawarkan hibah dan jalur regulasi yang lebih sederhana bagi perusahaan dengan pertumbuhan tinggi. Bagi DayOne, pencatatan di Singapura memberikan pijakan di pusat keuangan dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara dan lindung nilai terhadap gejolak geopolitik yang mungkin memengaruhi pencatatan hanya di AS. Sementara itu, AS menawarkan kumpulan modal institusional terdalam dan pasar yang menghargai kisah pertumbuhan ambisius.
Struktur IPO ganda juga membantu DayOne mengurangi risiko geopolitik — kekhawatiran yang samar namun nyata bagi perusahaan mana pun yang beroperasi di celah antara AS dan China. Dengan berlabuh di Singapura, DayOne memposisikan dirinya sebagai pemain netral, yang tidak terlalu terpengaruh oleh keputusan di Washington atau Beijing.
DayOne belum menetapkan tanggal untuk roadshow IPO, tetapi bankir yang akrab dengan proses tersebut mengatakan perusahaan menargetkan untuk menentukan harga kedua pencatatan dalam kuartal yang sama. Peluncuran ganda ini memerlukan persetujuan prospektus secara bersamaan dari Otoritas Moneter Singapura dan Komisi Sekuritas dan Bursa AS — sebuah tantangan koordinasi yang telah menggagalkan upaya serupa di masa lalu.
Untuk saat ini, investor masih menebak-nebak bisnis inti dan lintasan pendapatan DayOne. Dokumen IPO akan menjawab beberapa pertanyaan, tetapi pertanyaan terbesar — dapatkah valuasi $20 miliar bertahan di dua pasar sekaligus? — hanya akan terjawab ketika transaksi pertama melintasi papan perdagangan.




