Analis Goldman Sachs telah mengidentifikasi rekor gamma squeeze dalam opsi S&P 500, dengan nilai nosional $2,6 triliun. Temuan ini, yang diperoleh dari model pasar bank itu sendiri, menunjukkan volatilitas yang persisten dan perilaku spekulatif di pasar opsi. Ini adalah peristiwa terbesar yang pernah divisualisasikan oleh perusahaan tersebut.
Apa Arti Angka $2,6 Triliun Tersebut
Gamma squeeze terjadi ketika pembelian opsi yang besar memaksa pembuat pasar untuk melakukan lindung nilai atas posisi mereka dengan membeli atau menjual saham atau indeks acuan. Lindung nilai tersebut dapat memperkuat pergerakan harga, menciptakan lingkaran umpan balik. Perkiraan Goldman mencakup total eksposur nosional yang terkait dengan dinamika tersebut di seluruh opsi S&P 500. Angka $2,6 triliun bukanlah kerugian atau keuntungan langsung—angka tersebut mewakili ukuran posisi terkait gamma yang dapat mendorong fluktuasi pasar yang tiba-tiba.
Gamma Squeeze Berulang dan Dampaknya pada Lindung Nilai
Gamma squeeze ini bukanlah hal baru, tetapi frekuensinya telah menarik perhatian. Data Goldman menunjukkan bahwa gamma squeeze telah menjadi fitur yang berulang, menyoroti bagaimana perdagangan spekulatif terus membentuk pasar. Bank tersebut memperingatkan bahwa episode berulang dengan skala ini dapat mengganggu strategi lindung nilai tradisional. Manajer dana yang mengandalkan lindung nilai berbasis opsi standar mungkin merasa strategi tersebut kurang efektif ketika dinamika gamma sedang berlangsung.
Volatilitas Pasar sebagai Latar Belakang
Visualisasi ini muncul di saat volatilitas pasar secara keseluruhan masih tinggi. Meskipun Goldman tidak menyebutkan kerangka waktu yang tepat untuk gamma squeeze $2,6 triliun tersebut, analisis ini mencerminkan kondisi dalam periode perdagangan terkini. Para trader dan manajer risiko kini mengamati peristiwa serupa berikutnya—dan apakah peristiwa tersebut akan lebih besar lagi.




