Tonggak $5 Triliun
Saham Apple telah naik sekitar 25% sepanjang tahun ini, jauh melampaui kenaikan Nvidia sebesar 6% pada periode yang sama. Kenaikan ini didorong oleh penjualan iPhone yang kuat, bukan oleh pengeluaran besar-besaran untuk kecerdasan buatan. Tidak seperti pesaing yang menginvestasikan miliaran dolar ke infrastruktur AI, Apple mengambil pendekatan yang lebih hati-hati. Perusahaan tidak memiliki model bahasa besar internal dan bergantung pada teknologi cloud Google untuk Siri yang diperbarui yang diharapkan hadir pada musim gugur ini.
Laba dan Transisi CEO
Panggilan laba hari Kamis akan menjadi yang terakhir bagi Tim Cook sebagai CEO. John Ternus dijadwalkan mengambil alih pada 1 September. Transisi ini terjadi pada saat yang krusial bagi Apple, saat perusahaan menghadapi pertanyaan tentang strategi AI dan menghadapi kenaikan biaya komponen. Perusahaan baru-baru ini menaikkan harga MacBook dan iPad, dengan alasan biaya memori dan penyimpanan yang lebih tinggi.
Strategi AI Apple
Apple bukanlah pemimpin dalam perlombaan AI. Sementara pesaing seperti Microsoft dan Google telah berinvestasi besar-besaran dalam model bahasa besar dan AI cloud, Apple menjaga pengeluaran tetap disiplin. Siri yang diperbarui, yang diharapkan hadir pada musim gugur ini, akan bergantung pada teknologi cloud Google, bukan model buatan Apple. Pendekatan ini telah menimbulkan skeptisisme dari beberapa investor, tetapi kinerja saham Apple menunjukkan bahwa pasar masih bertaruh pada kemampuan perusahaan untuk memberikan hasil.
Penjualan iPhone dan Program Sewa Baru
Penjualan iPhone yang kuat telah menjadi pendorong utama pertumbuhan kapitalisasi pasar Apple. Untuk mempertahankan momentum itu, Apple meluncurkan program sewa baru bernama 'Upgrade' bekerja sama dengan Klarna. Pelanggan AS kini dapat membayar $17,99




