Bank Jepang menaikkan suku bunga kebijakan jangka pendeknya sebesar 25 basis poin menjadi sekitar 1,0% pada hari Rabu, sebuah langkah yang disetujui dengan voting 7-1. Keputusan ini memperketat kebijakan moneter di Jepang untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun, dan meskipun BOJ tidak menyebutkan kripto, dinamika yen carry trade yang disentuhnya memiliki konsekuensi tidak langsung namun nyata bagi pasar aset digital.
Keputusan suku bunga
Kenaikan suku bunga BOJ sudah banyak diperkirakan, namun voting 7-1 menandakan adanya perdebatan internal. Bank sentral juga mengonfirmasi akan mempertahankan pembelian bulanan obligasi pemerintah Jepang sebesar ¥2 triliun mulai April 2027 — sebuah tanda bahwa mereka tidak sepenuhnya keluar dari akomodasi. Pernyataan tersebut tidak menyebut Bitcoin atau aset kripto apa pun.
Mengapa trader kripto memperhatikan
Yen carry trade memungkinkan investor meminjam dengan murah dalam yen dan berinvestasi di aset berimbal hasil lebih tinggi di tempat lain. Aliran ini telah mendukung pengambilan risiko secara global. Penguatan yen — atau biaya pendanaan yang lebih tinggi dari kenaikan BOJ — dapat memaksa trader untuk memangkas posisi, melepas leverage, dan menarik modal dari pasar berisiko termasuk kripto. Pasar kripto, dengan derivatif yang dalam dan leverage tinggi, sangat sensitif terhadap perubahan likuiditas mendadak jika carry trade mulai berbalik.
Tidak ada arah yang jelas
Kenaikan suku bunga tidak menciptakan sinyal bullish atau bearish yang jelas untuk kripto. Ini menambah tekanan pada struktur pasar yang sudah bergantung pada likuiditas, leverage, dan kepercayaan. Waktunya tidak tepat: banyak posisi leverage di derivatif kripto telah terakumulasi, dan tekanan pendanaan mendadak dapat memicu likuidasi. Namun jika yen stabil dan carry trade bertahan, efeknya mungkin teredam.
Pertemuan kebijakan BOJ berikutnya adalah pada bulan Juli. Untuk saat ini, pasar mengamati tanda-tanda percepatan pelepasan posisi dalam carry trade yang didanai yen. Para trader sedang melakukan kalibrasi ulang — bukan karena BOJ peduli dengan kripto, tetapi karena infrastruktur yang menghubungkan kedua pasar baru saja mengalami guncangan.




