Kebakaran dan kebocoran gas beracun di pabrik chip SK Hynix di Korea Selatan pada Kamis memaksa evakuasi 3.600 pekerja, menyoroti bagaimana satu insiden lokal dapat mengguncang rantai pasok chip AI global. Perusahaan yang merupakan pemasok utama memori untuk sistem AI ini belum mengungkapkan penyebab kebakaran atau tingkat kerusakan. Namun, peristiwa ini telah memicu kembali seruan dari para pelaku industri dan pembuat kebijakan untuk melakukan diversifikasi produksi secara geografis.
Apa yang terjadi di pabrik
Keadaan darurat terjadi di fasilitas SK Hynix di Icheon, sekitar 80 kilometer tenggara Seoul. Pekerja melaporkan adanya api yang menyebar dengan cepat dan melepaskan gas beracun. Protokol keselamatan perusahaan memicu evakuasi penuh tanpa ada korban jiwa. Petugas pemadam kebakaran setempat berhasil memadamkan api dalam beberapa jam, tetapi pabrik tetap ditutup sambil menunggu penyelidikan.
SK Hynix menyatakan dalam pernyataan singkat bahwa mereka sedang menilai dampak terhadap lini produksi. Fasilitas ini merupakan salah satu pabrik terbesar perusahaan yang memproduksi memori bandwidth tinggi yang sangat penting untuk beban kerja pelatihan dan inferensi AI.
Insiden ini menyoroti kelemahan struktural di industri chip: konsentrasi geografis yang dalam. SK Hynix dan Samsung bersama-sama menguasai lebih dari 90% pasar global untuk memori bandwidth tinggi. Sebagian besar produksi tersebut berada di Korea Selatan, negara yang rentan terhadap gempa bumi, kebakaran, dan ketegangan geopolitik.
Selama bertahun-tahun, pembuat chip dan raksasa teknologi telah memperingatkan tentang risiko ketergantungan pada satu wilayah. Kebakaran ini adalah contoh nyata. Jika pabrik tetap offline selama berminggu-minggu, pasokan memori bisa mengetat tepat saat permintaan dari pusat data AI meningkat. Nvidia, AMD, dan perusahaan perangkat keras AI lainnya bergantung pada chip ini untuk membangun generasi server berikutnya.
Dorongan untuk produksi yang terdiversifikasi
Evakuasi ini telah mempertajam perdebatan tentang di mana pabrik chip seharusnya berlokasi. U.S. CHIPS Act dan inisiatif serupa di Eropa dan Jepang bertujuan untuk mengembalikan fabrikasi ke dalam negeri. Namun, membangun pabrik baru membutuhkan waktu bertahun-tahun dan miliaran dolar. SK Hynix sendiri menginvestasikan $15 miliar untuk fasilitas baru di Indiana, AS, tetapi pabrik itu belum akan memproduksi memori hingga tahun 2028.
Para analis telah lama berargumen bahwa tidak ada satu gangguan pun yang seharusnya dapat menghentikan seluruh industri. Kebakaran pada hari Kamis memberikan bukti baru untuk argumen tersebut. Pertanyaannya sekarang adalah apakah hal ini akan mempercepat langkah untuk menyebarkan produksi ke berbagai negara dan benua.
Untuk saat ini, SK Hynix belum memberikan jadwal untuk melanjutkan operasi di pabrik Icheon. Penyelidik diharapkan merilis laporan awal dalam beberapa hari mendatang.




