Tesla akhirnya mengaktifkan fitur Full Self-Driving (FSD) untuk pelanggan di China, mengakhiri penundaan regulasi dan teknis selama bertahun-tahun yang membuat sistem bantuan pengemudi canggih ini tidak tersedia di pasar otomotif terbesar di dunia. Peluncuran ini, yang dikonfirmasi oleh perusahaan minggu ini, menjadikan China sebagai wilayah utama kedua setelah Amerika Utara di mana FSD tersedia, meskipun sistem tersebut tetap berada di bawah pengawasan ketat dari Beijing.
Bertahun-tahun menunggu
Tesla pertama kali menjanjikan FSD kepada pembeli di China pada tahun 2019, ketika perangkat lunak tersebut masih dalam tahap beta awal. Sejak saat itu, perusahaan menghadapi berbagai hambatan — mulai dari menavigasi undang-undang keamanan data ketat China yang mewajibkan semua data kendaraan disimpan secara lokal, hingga mendapatkan persetujuan untuk




