General Motors melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 600 pekerja teknologi informasi sebagai bagian dari pergeseran strategis menuju perekrutan spesialis kecerdasan buatan (AI). PHK yang dikonfirmasi oleh produsen mobil ini minggu ini mencerminkan dorongan yang lebih luas di seluruh industri untuk berinvestasi dalam teknologi AI dan kendaraan otonom.
Siapa yang terdampak dan apa yang berubah
Posisi yang terdampak terkonsentrasi di divisi IT GM. Perusahaan mengatakan bahwa PHK ini tidak bersifat menyeluruh, melainkan terkait dengan fungsi teknologi tertentu yang sedang direstrukturisasi. Pekerja yang kehilangan posisi mereka akan ditawari paket pesangon dan beberapa mungkin memiliki kesempatan untuk melamar peran baru secara internal, menurut memo perusahaan yang ditinjau oleh beberapa media.
GM menolak untuk mengungkapkan berapa banyak posisi baru yang berfokus pada AI yang akan diciptakan atau apakah jumlah karyawan bersih di IT akan menyusut. Produsen mobil ini telah banyak berinvestasi dalam pengemudian otonom melalui anak perusahaannya, Cruise, dan dalam kendaraan berbasis perangkat lunak yang mengandalkan pembelajaran mesin dan pemrosesan data waktu nyata.
Mengapa perekrutan AI sekarang
PHK ini terjadi saat produsen mobil berlomba untuk menanamkan lebih banyak kecerdasan ke dalam mobil dan pabrik. GM telah merekrut insinyur dan ilmuwan data dengan keahlian dalam visi komputer, pemrosesan bahasa alami, dan robotika. Pergeseran ini mencerminkan langkah yang diambil oleh Ford, Volkswagen, dan Tesla, yang semuanya telah memangkas peran IT tradisional sambil memperluas tim AI.
Pengamat industri mencatat bahwa perubahan ini mencerminkan pergeseran fundamental dalam cara mobil dibuat dan dijual. Perangkat lunak kini menyumbang bagian yang semakin besar dari nilai kendaraan, dan produsen mobil ingin mengendalikan tumpukan teknologi tersebut secara internal, bukan bergantung pada vendor luar.
Apa yang terjadi selanjutnya bagi pekerja yang di-PHK
GM mengatakan akan menyediakan layanan penempatan kerja dan konseling karier. Perusahaan juga bekerja sama dengan lembaga pengembangan tenaga kerja setempat di Michigan dan negara bagian lain tempat PHK terkonsentrasi. Bagi 600 karyawan, masa transisi akan berlangsung beberapa minggu, dengan sebagian besar pemutusan hubungan kerja diperkirakan terjadi pada akhir kuartal ini.
Produsen mobil ini belum mengungkapkan apakah ada pekerja yang terdampak akan dilatih ulang untuk peran AI. Pertanyaan itu masih terbuka saat GM dan perusahaan mobil warisan lainnya berusaha membentuk kembali tenaga kerja mereka untuk masa depan yang digerakkan oleh perangkat lunak.




