Loading market data...

Jobs Mengungkap 'Kenapa Anda di Sini?' sebagai Pertanyaan Wawancara Kunci di Konferensi 2010

Jobs Mengungkap 'Kenapa Anda di Sini?' sebagai Pertanyaan Wawancara Kunci di Konferensi 2010

Steve Jobs pernah mengatakan bahwa ia menggunakan satu pertanyaan untuk memisahkan kandidat pekerjaan yang menonjol dari yang lain: 'Kenapa Anda di sini?' Mantan pendiri Apple yang telah wafat ini menjelaskan taktik tersebut pada konferensi D8 tahun 2010, dengan mengatakan bahwa ia mencari jawaban yang mengungkap dorongan pribadi seorang kandidat, bahkan motif egois, bukan omongan korporat yang dihafalkan.

Pertanyaan yang menembus kebisingan

Jobs mengatakan pertanyaan itu dirancang untuk menembus resume yang dipoles dan skrip wawancara yang dilatih. Menurut pandangannya, kandidat terbaik tidak hanya melamar demi gaji atau jabatan — mereka memiliki alasan yang lebih dalam, seringkali berpusat pada diri sendiri, untuk ingin berada di Apple. Ia percaya bahwa ambisi pribadi yang jujur menandakan keselarasan yang lebih kuat dengan tujuan perusahaan dan tingkat motivasi intrinsik yang lebih tinggi.

'Orang yang benar-benar ingin melakukan sesuatu adalah orang yang Anda inginkan,' kata Jobs selama wawancara di panggung konferensi D8, yang dibawakan oleh Kara Swisher dan Walt Mossberg. Ia menambahkan bahwa jika jawaban seorang kandidat terdengar dihafalkan atau tidak personal, itu adalah tanda bahaya. Sebaliknya, ia menyukai tanggapan yang menunjukkan bahwa kandidat telah memikirkan mengapa secara spesifik Apple — dan bukan perusahaan teknologi mana pun.

Ambisi egois sebagai sinyal perekrutan

Pendekatan Jobs membalikkan kebijaksanaan perekrutan konvensional. Alih-alih menghukum kandidat karena 'egois,' ia melihat ambisi pribadi sebagai kekuatan. Jika seseorang ingin bergabung dengan Apple untuk mengerjakan produk yang mereka sukai secara pribadi, atau karena mereka merasakan hubungan yang dalam dengan misi perusahaan, itu adalah lampu hijau.

Metode ini sesuai dengan filosofi Jobs yang lebih luas: bahwa pekerjaan hebat berasal dari orang-orang yang didorong oleh api internal, bukan tekanan eksternal. Dengan bertanya 'Kenapa Anda di sini?' ia memaksa kandidat untuk mengungkapkan apa yang benar-benar memotivasi mereka — dan apakah motivasi itu tumpang tindih dengan budaya Apple yang sangat fokus dan inovatif.

Masih relevan dua dekade kemudian

Meskipun Jobs meninggal pada 2011, wawasan perekrutannya terus beredar di kalangan perekrut dan pendiri startup. Beberapa telah mengadopsi pertanyaan itu atau variasinya dalam wawancara mereka sendiri. Klip konferensi D8 secara rutin dibagikan di forum manajemen dan karier. Meskipun Apple sendiri telah mengubah proses perekrutannya selama bertahun-tahun, prinsip dasarnya — mengutamakan motivasi intrinsik — tetap menjadi tolok ukur bagi banyak orang di industri teknologi.

Efektivitas pertanyaan itu, menurut Jobs, terletak pada kesederhanaannya. Tidak ada isyarat perilaku, tidak ada skenario hipotetis — hanya tantangan langsung yang memaksa kandidat untuk jujur tentang alasan mereka menginginkan pekerjaan itu.

Apa yang tidak dibahas Jobs secara publik selama wawancara itu adalah bagaimana ia menangani kandidat yang memberikan jawaban bagus tetapi kurang memiliki keterampilan teknis. Pertanyaan itu jelas bukan pengganti untuk mengevaluasi kompetensi — melainkan salah satu alat di antara banyak alat dalam proses perekrutan yang terkenal ketat.