Nvidia dan Amazon termasuk di antara para hyperscaler yang telah menerbitkan obligasi korporat senilai total $244 miliar pada pertengahan 2026, dana yang langsung digunakan untuk membangun infrastruktur kecerdasan buatan. Lonjakan pinjaman ini sudah menjadi salah satu yang tercepat dalam catatan, mengubah pasar obligasi korporat AS saat raksasa teknologi mengucurkan modal ke pusat data, chip, dan peralatan jaringan.
Skala pinjaman
Angka $244 miliar mencakup obligasi yang dijual oleh nama-nama terbesar di komputasi awan dan perangkat keras AI. Nvidia, produsen chip yang menjadi pusat ledakan AI, dan Amazon, yang divisi AWS-nya merupakan penyedia cloud terbesar, memimpin langkah ini. Hyperscaler lain — istilah untuk perusahaan yang mengoperasikan jaringan pusat data raksasa — juga ikut serta, meskipun fakta tidak menyebutkan semuanya. Kecepatan penerbitan ini mengejutkan para pelaku pasar obligasi, yang telah melihat serangkaian transaksi bernilai miliaran dolar memasuki pasar sejak awal 2024.
Mengapa AI membutuhkan begitu banyak utang
Membangun tulang punggung fisik untuk AI itu mahal. Pusat data memerlukan pendinginan khusus, jaringan bandwidth tinggi, dan rak berisi unit pemrosesan grafis yang masing-masing bisa berharga puluhan ribu dolar. Hyperscaler berlomba mengamankan kapasitas sebelum pesaing mengunci pasokan. Penjualan obligasi memungkinkan mereka mengumpulkan dana besar tanpa mengencerkan ekuitas, dan dengan suku bunga yang masih tinggi, mereka mengunci pendanaan jangka panjang sekarang daripada menunggu uang murah yang mungkin tidak datang.
Bagaimana pasar berubah
Pesta utang Big Tech menggeser pasar obligasi korporat AS. Volume penerbitan telah mencapai rekor, dan besarnya transaksi ini — seringkali $10 miliar atau lebih dalam satu penawaran — menyerap permintaan yang sebelumnya mengalir ke sektor lain. Beberapa manajer portofolio kini memperlakukan obligasi hyperscaler sebagai kelas aset terpisah, mirip dengan utang negara dari negara-negara dengan peringkat tinggi. Tren ini juga telah menarik lebih banyak investor internasional ke obligasi dolar AS, mengejar imbal hasil di pasar yang didominasi raksasa teknologi.
Penjualan obligasi ini terjadi saat perusahaan seperti Nvidia dan Amazon melaporkan arus kas yang kuat, namun skala investasi AI berarti bahkan perusahaan yang menguntungkan pun membutuhkan modal eksternal. Nvidia sendiri telah melipatgandakan utang beredarnya sejak 2023, menurut laporan keuangan. Amazon juga aktif dengan cara serupa, menggunakan hasil obligasi untuk tujuan korporat umum termasuk ekspansi pusat data.
Lebih banyak penjualan obligasi kemungkinan terjadi. Angka $244 miliar adalah hingga pertengahan 2026, namun para hyperscaler telah memberi sinyal bahwa mereka belum selesai. Setiap model AI baru membutuhkan daya komputasi yang jauh lebih besar, dan pembangunan infrastruktur diperkirakan akan berlanjut selama bertahun-tahun. Investor akan mengawasi putaran transaksi berikutnya, mungkin sebelum akhir kuartal ketiga, saat perusahaan memperbarui jalur pendanaan mereka.




