Kalshi menghentikan program insentif likuiditasnya setelah menghadapi tuduhan bahwa imbalan tersebut mendorong wash trading. Keputusan pasar prediksi ini muncul saat volume bulanannya mencapai rekor tertinggi sebesar $52,98 miliar pada September, menurut data hingga 29 September, yang masih belum lengkap.
Mengapa program insentif dihentikan
Program tersebut, yang membayar trader karena menyediakan likuiditas, telah dikritik karena menciptakan insentif yang dapat dimanipulasi. Wash trading—di mana seorang trader membeli dan menjual aset yang sama untuk menggelembungkan volume—adalah risiko yang diketahui dalam skema semacam itu. Kalshi belum merinci temuan spesifik secara publik, tetapi langkah ini menandakan bahwa mereka merespons kekhawatiran tersebut.
Perusahaan tidak mengatakan apakah regulator sedang menyelidiki atau apakah ada pengguna yang dikenai sanksi. Mereka juga belum mengumumkan program pengganti atau jadwal penghentian. Juru bicara Kalshi tidak segera menanggapi permintaan komentar.
Angka volume di balik keputusan
Volume September sebesar $52,98 miliar adalah yang tertinggi yang pernah dicatat platform ini, berdasarkan data hingga 29 September. Namun angka tersebut masih sementara dan dapat berubah seiring bertambahnya laporan perdagangan. Rekor tertinggi ini patut dicatat karena terjadi pada bulan ketika program insentif masih aktif, sehingga menimbulkan pertanyaan tentang seberapa banyak aktivitas tersebut yang asli.
Kalshi adalah pasar prediksi teregulasi di mana pengguna memperdagangkan kontrak atas peristiwa dunia nyata, dari pemilihan umum hingga indikator ekonomi. Berbeda dengan sportsbook, Kalshi beroperasi di bawah pengawasan Commodity Futures Trading Commission (CFTC). Status regulasi tersebut membuat tuduhan wash trading menjadi sangat sensitif—sedikit saja indikasi volume artifisial dapat menarik perhatian CFTC.
Apa arti wash trading bagi pasar prediksi
Wash trading ilegal di pasar keuangan tradisional karena mendistorsi harga dan menciptakan kesan aktivitas yang palsu. Di pasar prediksi, di mana likuiditas seringkali lebih tipis daripada di pasar saham atau kripto, program insentif adalah cara umum untuk menarik trader. Namun program tersebut juga dapat dieksploitasi: seorang pengguna dapat berdagang dengan dirinya sendiri untuk mendapatkan imbalan tanpa mengambil risiko nyata.
Keputusan Kalshi untuk mengakhiri program ini menunjukkan bahwa mereka berusaha mengatasi masalah tersebut lebih awal. Perusahaan tidak mengatakan apakah akan mengembalikan atau menarik kembali imbalan apa pun, atau apakah akan mengubah cara menghitung volume ke depannya. Untuk saat ini, trader yang mengandalkan insentif tersebut perlu mencari alasan lain untuk menyediakan likuiditas.
Kalshi belum menetapkan tanggal resmi berakhirnya program. Mereka juga belum mengatakan apakah akan memperkenalkan insentif baru yang lebih sulit dimanipulasi—seperti mewajibkan perdagangan ditahan untuk periode minimum atau mengaitkan imbalan dengan dampak pasar yang sebenarnya.
Rekor volume September akan tetap menjadi tonggak, tetapi data yang belum lengkap berarti angka finalnya bisa lebih tinggi atau lebih rendah. Pertanyaan yang lebih besar adalah apakah langkah Kalshi akan memuaskan regulator dan memulihkan kepercayaan di antara trader yang khawatir angka platform telah digelembungkan. CFTC tidak berkomentar tentang penyelidikan spesifik, dan Kalshi tidak mengatakan apakah mereka sedang berbicara dengan lembaga tersebut.
Untuk saat ini, pasar prediksi ini meninggalkan bulan rekor dan program yang sedang dihentikan secara bertahap. Apa yang menggantikannya—dan apakah volume tetap bertahan tanpa insentif—baru akan jelas setelah angka Oktober keluar.




